Category: Home

  • Bisnis Properti di Banten, Pada tahun 2017, industri properti akan menjadi daya tarik investor untuk mengembangkan bisnisnya di Provinsi Banten. Sementara Pemprov juga optimistis target investasi 2016 akan tercapai.

    “Kelihatannya di 2017 itu industri properti yang akan booming. Terutama sektor ini sudah cukup merata di seluruh wilayah, kecuali mungkin di daerah perkotaan karena sudah padat. Tapi, di Kota Cilegon sepertinya masih ada space untuk pengembangan industri properti juga,” jelas Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Banten, Babar Suharsodi Serang, Jumat (10/12).

    Menurut Babar, beberapa wilayah potensial untuk pengembangan industri properti di Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak. “Wilayah itu masih bagus prospeksnya dan juga sangat diminati. Terlebih di Kabupaten Lebak akan ada pembangunan Kota Baru Maja. Nah kalau kawasan industri perusahaan, dominannya tetap di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kabupaten Serang,” ungkapnya.

    Sementara nilai investasi yang masuk ke Provinsi Banten sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 42,5 triliun, atau melebihi target yang ditetapkan senilai Rp 37,5 triliun. Dia menjelaskan sesuai data publikasi triwulan III, nilai investasti tersebut telah melebihi target yang sebelumnya ditetapkan Pemprov Banten yaitu sebesar Rp 37,5 trilun. Beberapa sektor yang memberikan sumbangan besar di antaranya industri kimia, logam, makanan dan industri properti.

    “Kemarin target investasi kita tidak muluk-muluk cuma Rp 37,5 triliun. Tapi dari data publikasi per September 2016, angkanya sudah melebihi target sebesar Rp 42,5 triliun,” kata Babar.

    Namun Babar menjelaskan pemerintah pusat telah menargetkan investasi di Banten bisa mencapai Rp 56 triliun. Ia meyakini jika target tersebut akan terkejar pada akhir tahun 2016 nanti. “Dari jumlah investasi yang sudah tercatat, sisanya tinggal Rp 7,5 triliun lagi. Mudah-mudahan bisa terlampaui,” ujarnya.

1 of 1