Burung Pleci

Burung Pleci

Banyak anggota burung pleci yang bersifat endemik di kepulauan atau suatu pulau, seperti beberapa jenis yang baru ditemukan pada tahun 2007 di Kepulauan Togian, Provinsi Sulawesi Tengah. Dari segi penampilan anggotanya terlihat biasa, tidak ada satupun ciri-ciri yang mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar daerah mata burung pleci adalah burung kacamata, dan memiliki jumlah anggota terbesar dan biasanya hidup ber gerombol. Secara tradisional, genus ini dimasukkan ke dalam suku Zosteropidae.burung kecil nan mungil ini tampaknya menjadi burung kicau paling populer di tahun 2015 hingga saat ini, sehingga burung ini menjadi idola baru dan banyak penghobi yang ramai-ramai memeliharanya. Burung yang memiliki lingkar mata yang bulat begitu indah dan mempesona. dan pleci selalu ramai diminati pengunjung dari berbagai daerah. Tak hanya kalangan tua, anak muda dan pelajar pun ikut serta. Hal itu menunjukkan bahwa pleci digemari dari berbagai kalangan.

Pleci Dada Kuning

hingga saat ini Pleci Dakun Mata Putih merupakan salah satu dari jenis Zosterops yang bisa dibilang paling istimewa, sebab ia mempunyai kelebihan suara yang lebih lantang daripada sejenisnya. Selain itu, burung yang juga kerap disebut dengan nama Pleci Muria dan Kudus ini juga diketahui memiliki mental bagus yang tak jarang dijadikan pilihan atau ikon utama di setiap kontes kelas burung kacamata.

 

 

 

Pleci Black Capped

Burung kacamata ini mempunyai ciri tubuh yang cukup mudah dikenali dari pleci-pleci lainnya,Pleci black capped memiliki dahi bewarna hitam yang dinilai sudah menjadi daya tarik tersendiri. Selain memang karena memiliki suara yang ngebas dan ngalas, banyak para penghobi kicau yang tertarik lantaran keunikan karakter burung ini. Habitat asli dan wilayah penyebaran paling banyak jenis kacamata yang satu ini berada di Pulau Sumatra. Ia mempunyai dada berwarna keabu-abuan dengan kombinasi warna kuning dan hijau di punggung. Iris mata berwarna coklat, namun juga ada yang bewarna putih